Karena sangat menarik, tulisan ini saya kutip.
Sumbernya adalah :
Kompas - Selasa, 24 Agustus
Matsushita: KEKUATAN VISI 250 TAHUN
Oleh Rikard Bagun
Banyak orang tidak habis-habisnya dibuat terkesima dan terperangah atas visi jangka panjang Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic Corporation (dulu Matsushita Electric Industrial Co Ltd). Tidak tanggung-tanggung, 250 tahun. Bukan main!
Jangankan orang yang berpikiran pendek, orang yang terbiasa dengan proyeksi pembangunan jangka panjang dengan acuan waktu 25 tahun pun menilai Visi 250 Tahun sudah menerawang terlalu jauh di luar batas imajinasi, serta terasa sensasional.
Buat kebanyakan orang yang lazim hidup dari oportunis harian, jangankan 250 tahun, membayangkan roda waktu 5 atau 10 tahun saja sulit. Malah banyak orang selalu merasa kerepotan menyusun program tahunan. Namun, Matsushita sudah membuktikan ketajaman kecerdasannya, yang membuat dirinya bagian dari legenda pengembangan elektronik Jepang bahkan dunia.
Belum sampai setengah dari waktu yang diproyeksikannya, Panasonic Corporation telah menjadi raksasa yang telah memberikan banyak kontribusi sesuai dengan cita-cita dan visinya. Kemajuan Panasonic tidak terlepas dari kekuatan Visi 250 Tahun, yang dicanangkan Matsushita tahun 1932 sebagaimana dapat disimak di Museum Konosuke Matsushita di Tokyo.
Jangkauan pandangan pendiri dan perintis Panasonic itu jauh lebih panjang dari usianya. Matsushita meninggal tahun 1989 dalam usia 95 tahun. Rupanya sejak awal usahanya, Matsushita berkeyakinan, sekalipun usianya pendek, usahanya haruslah abadi yang tidak bisa lain harus bertopang pada visi yang kuat.
Dalam visi yang dipaparkannya 88 tahun lalu itu, Matsushita (1894-1989) antara lain menyatakan, bisnis mempunyai tugas dan tujuan suci menghapuskan kemiskinan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengacu pada pepatah kuno Jepang, kemiskinan lebih sulit dihadapi ketimbang seribu penyakit, Matsushita menegaskan, upaya penghapusan kemiskinan merupakan tugas mulia dan tujuan hidup.
Bagaimana caranya? Tidak bisa lain dengan kerja keras untuk memproduksi barang kebutuhan secara massal guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Produksi barang kebutuhan haruslah besar dan melimpah, ibarat keran air di pinggir jalan yang dapat ditimba oleh siapa saja dengan harga sangat murah.
Dalam buku Matsushita Konosuke (1894-1989), Hidup dan Warisannya disebutkan bagaimana obsesi salah satu industrialis terkemuka abad ke-20 itu untuk mengatasi kemiskinan dan mendorong kesejahteraan. Ia mengimbau kalangan pengusaha dan produsen memproduksi massal barang kebutuhan dengan harga semurah air.
Visi diwujudkan Sekalipun semula mungkin saja ada orang yang beranggapan Visi 250 Tahun sebagai sesuatu yang absurd, mengada-ada dan ambisius, terbukti Panasonic Corporation telah hidup dan dihidupi oleh visi besar itu sehingga berjaya menjadi salah satu raksasa elektronik dunia.
Semuanya berawal tahun 1904 ketika Matsushita dalam usia 9 tahun magang di toko sepeda, merasa terkesan dengan daya listrik pada lampu sepeda. Rasa ingin tahu tentang kelistrikan makin berkembang ketika menjadi teknisi listrik pada usia 15 tahun (1910). Selanjutnya tahun 1917 mendirikan usaha elektronik dalam usia 22 tahun.
Lompatan besar mulai terjadi tahun 1918 ketika Matsushita dalam usia 23 tahun menemukan dan mengembangkan sistem stop kontak listrik bercabang (dua arah). Usaha Matsushita pun berkembang cepat, dan dirinya dikenal sebagai salah satu industrialis terkemuka abad ke-20.
Kejayaan masa depan Panasonic Corporation sebagai warisan Matsushita sudah kelihatan pula dari berbagai kegiatan riset, inovasi, kreasi dan produk, tanpa melepaskan sorotan tajam jauh ke depan, mengejar batas waktu 250 tahun yang jatuh tahun 2182, atau 172 tahun lagi dari sekarang.
Bagaimana mewujudkan visi yang begitu panjang? Lazimnya orang merancang program pembangunan jangka panjang 25 tahun dengan tahapan setiap lima tahun. Namun, Matsushita melipatkangandakan sampai 10 kali program jangka panjang itu menjadi 250 tahun.
Jangka pembangunan 250 tahun dibagi ke dalam 10 fase. Setiap fase mencakup program kerja 25 tahun, yang meliputi periode 10 tahun pertama untuk perencanaan yang ditopang riset. Periode 10 tahun kedua untuk produksi, dan periode lima tahun terakhir untuk distribusi ke masyarakat.
Kuatnya pengaruh Visi 250 Tahun telah memberikan semangat kerja pada karyawan Panasonic di seluruh dunia. Sungguh menarik pula, para petinggi Panasonic yang ditemui lebih banyak berbicara tentang etos kerja, etika, tanggung jawab sosial dan lingkungan ketimbang masalah teknis.
Bentuk, rupa, dan fungsi teknologi boleh berubah-ubah sesuai dengan perkembangan, tetapi nilai-nilai dasar tidak boleh dilepas sebagai pegangan dan acuan melakukan kegiatan yang membela kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Persoalan mendasar itu praktis mendominasi pembicaraan para petinggi Panasonic Corporation dengan sejumlah wartawan Indonesia, yang diundang ke Jepang bulan Juli lalu untuk memperingati 50 tahun kemitraan Panasonic Jepang dan Panasonic Gobel Indonesia.
Nilai-nilai dasar yang dicanangkan Matsushita rupanya sangat berpengaruh dan mengakar kuat, termasuk di kalangan mitra Panasonic di mancanegara. Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel, misalnya, lebih banyak bicara tentang sumber daya manusia, etos kerja, etika, dan daya saing bangsa Indonesia untuk mendukung program industrialisasi ketimbang sekadar bicara tentang pabrik.
Kemitraan 50 tahun Pengaruh visi Matsushita di Indonesia sangat kuat antara lain oleh kemitraan Panasonic Jepang dengan Panasonic Gobel Indonesia. Bulan Agustus ini hubungan kemitraan itu genap berusia 50 tahun.
Sejarah Panasonic Indonesia berawal dari pertemuan antara Thayeb Mohammad Gobel dan Matsushita tahun 1957 di Jepang. Pertemuan mengesankan itu berlanjut tahun 1960 ketika Gobel yang memiliki usaha pembuatan radio transistor pertama di Indonesia dengan merek Transistor dan Tjawang melakukan kerja sama dalam bentuk bantuan teknis Matsushita Electric Industrial Co Ltd (kini Panasonic Corporation).
Hasil kerja sama dan kemitraan itu antara lain produk televisi pertama di bumi Indonesia, yang contohnya diserahkan kepada Ibu Negara Fatmawati Soekarno. Melalui televisi (hitam putih) hasil kerja sama itu, bangsa Indonesia dapat menonton liputan pertandingan Asian Games IV di Jakarta tahun 1962 melalui layar kaca.
Segera terasa Panasonic merupakan salah satu jembatan dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua negara. Kesempatan peringatan 50 tahun kemitraan Panasonic Jepang dan Panasonic Indonesia telah memberikan kesempatan kepada sejumlah wartawan Indonesia mengunjungi dan mengadakan pertemuan dengan kalangan media Jepang, Keidanren (Kamar Dagang Jepang), politisi Jepang, anggota parlemen, dan Menteri Keuangan Jepang Yoshisiko Noda.
Hasil interaksi dan pembicaraan memperlihatkan hubungan dan kerja sama kedua negara perlu ditingkatkan dalam semangat kemitraan yang seimbang. Hubungan tidak hanya terbatas dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga dalam bidang yang lebih luas, termasuk kebudayaan.
Semoga kutipan ini bermanfaat untuk memotivasi diri kita.
Selasa, 24 Agustus 2010
Sabtu, 23 Januari 2010
KHASIAT BAWANG MERAH (BRAMBANG)
Untuk bisa terbebas dari PENYAKIT JANTUNG KORONER dan TEKANAN DARAH TINGGI , orang harus mengkonsumsi 100 gram BAWANG MERAH per hari . Karena bawang merah dapat memperbaiki trombosit dan mengurangi kolesterol .
Kesimpulan itu dilontarkan oleh Dr. Rhadakrishna dan Dr. K. Madhavan Kutty dari Trivandrum Medical College setelah melakukan penelitian selama tujuh tahun.
(dan/fat)
Penulis sudah sering memanfaatkan bawang merah ini, ketika terserang flu berat dan keluar ingus deras dari hidung. Penulis langsung mengupas tiga biji bawang merah yang besar-besar kemudian dimakan mentah-mentah bersama nasi hangat dan kecap. Sesudah itu tidur/istirahat.
Nah bangun tidur bereslah sudah...seperti tidak pernah terserang flu.
Tapi bagaimanapun agar badan kita tetap sehat,haruslah pandai mengatur pola makan kita. Sebab perut bukanlah tempat sampah , kita harus pandai memilih dan membatasi menu yang akan kita masukkan ke dalam perut.
KESEHATAN ADALAH HARTA KEKAYAAN YANG TAK TERHINGGA
Kesimpulan itu dilontarkan oleh Dr. Rhadakrishna dan Dr. K. Madhavan Kutty dari Trivandrum Medical College setelah melakukan penelitian selama tujuh tahun.
(dan/fat)
Penulis sudah sering memanfaatkan bawang merah ini, ketika terserang flu berat dan keluar ingus deras dari hidung. Penulis langsung mengupas tiga biji bawang merah yang besar-besar kemudian dimakan mentah-mentah bersama nasi hangat dan kecap. Sesudah itu tidur/istirahat.
Nah bangun tidur bereslah sudah...seperti tidak pernah terserang flu.
Tapi bagaimanapun agar badan kita tetap sehat,haruslah pandai mengatur pola makan kita. Sebab perut bukanlah tempat sampah , kita harus pandai memilih dan membatasi menu yang akan kita masukkan ke dalam perut.
KESEHATAN ADALAH HARTA KEKAYAAN YANG TAK TERHINGGA
Sabtu, 05 Desember 2009
BANGSAWAN SELAIN KARTINI.....
Satu pengakuan yang tulus dari seorang Kartini mengenai makna keningratan sangat patut dijadikan tauladan atau bahan koreksi mawas diri akan kesombongan kesombongan yang kosong. Memang berat menyandang sebutan sebagai seorang bangsawan, bila kenyataan sehari-hari didalam kehidupannya cuma sebagai seorang tolol yang tak dapat berbuat apa-apa untuk bangsanya. Apalagi betapa lebih memalukan manakala sebutan bangsawan itu hanya untuk didiskreditkan demi mengejar keuntungan pribadi segebyar materi.
Kartini tidak pernah tinggi hati, seperti yang ditulis pada suratnya kepada Stella :
"Sebelum kau menanyakan, aku tidak pernah memikirkan bahwa aku, seperti katamu, adalah keturunan ningrat tinggi. Apakah aku seorang Puteri Raja ? Bukan, Raja terakhir yang menurunkan kami, mungkin sudah 25 turunan yang lalu. Ibuku masih berhubungan dekat dengan raja-raja Madura. Buyut beliau masih memerintah sebagai Raja, dan neneknya adalah Puteri yang berhak menggantikan Raja. Tetapi semua itu tidak pernah kami pedulikan. Bagiku hanya ada dua jenis keningratan, keningratan jiwa-akal dan keningratan budi-perasaan. Menurut perasaanku tidaklah ada yang lebih gila dan mentertawakan dari pada orang-orang yang membangga-banggakan keturunannya. Apakah sebenarnya jasanya dilahirkan sebagai seorang bangsawan ? Dengan otakku yang kecil ini aku tidak dapat menangkapnya......"
Semua pernyataam Kartini tidaklah hanya di mulut saja tapi benar-benar dijalankan dengan konsekwen. Bahkan dalam suratnya yang lain dia menyuruh kepada Sella untuk tidak menyebut sebutan gelarnya. Rupanya beliau lebih bangga dengan kesederhanaan.
Begini surat tersebut :
"Sebutlah aku Kartini saja.....itulah namaku. Kami orang Jawa tidak mempunyai nama keluarga. Karini itu sudah namaku yang lengkap. Sedang Raden Ajeng iotu menunjukkan sebuah gelar....."
Ternyata sampai sekarang Kartini....Kartini ....Kartini...selalu dikenang sebagai pelopor kemajuan, pelopor kebebasan yang selalu gandrung tumbuhnya MORAL YANG BAIK.
Obama salah satu presiden yang sangat beruntung, karena dia pernah hidup di negeri dimana Kartini pernah hidup. Dia satu-satunya Presiden diluar Indonesia yang pernah mengenal PANCASILA, saya yakin dia pernah juga mengenal sejarah Kartini. Semoga dia bisa menjadi bangsawan Amerika seperti yang digambarkan Kartini. Kemudian kemana saja bangsawan kita sekarang .....?
Kartini tidak pernah tinggi hati, seperti yang ditulis pada suratnya kepada Stella :
"Sebelum kau menanyakan, aku tidak pernah memikirkan bahwa aku, seperti katamu, adalah keturunan ningrat tinggi. Apakah aku seorang Puteri Raja ? Bukan, Raja terakhir yang menurunkan kami, mungkin sudah 25 turunan yang lalu. Ibuku masih berhubungan dekat dengan raja-raja Madura. Buyut beliau masih memerintah sebagai Raja, dan neneknya adalah Puteri yang berhak menggantikan Raja. Tetapi semua itu tidak pernah kami pedulikan. Bagiku hanya ada dua jenis keningratan, keningratan jiwa-akal dan keningratan budi-perasaan. Menurut perasaanku tidaklah ada yang lebih gila dan mentertawakan dari pada orang-orang yang membangga-banggakan keturunannya. Apakah sebenarnya jasanya dilahirkan sebagai seorang bangsawan ? Dengan otakku yang kecil ini aku tidak dapat menangkapnya......"
Semua pernyataam Kartini tidaklah hanya di mulut saja tapi benar-benar dijalankan dengan konsekwen. Bahkan dalam suratnya yang lain dia menyuruh kepada Sella untuk tidak menyebut sebutan gelarnya. Rupanya beliau lebih bangga dengan kesederhanaan.
Begini surat tersebut :
"Sebutlah aku Kartini saja.....itulah namaku. Kami orang Jawa tidak mempunyai nama keluarga. Karini itu sudah namaku yang lengkap. Sedang Raden Ajeng iotu menunjukkan sebuah gelar....."
Ternyata sampai sekarang Kartini....Kartini ....Kartini...selalu dikenang sebagai pelopor kemajuan, pelopor kebebasan yang selalu gandrung tumbuhnya MORAL YANG BAIK.
Obama salah satu presiden yang sangat beruntung, karena dia pernah hidup di negeri dimana Kartini pernah hidup. Dia satu-satunya Presiden diluar Indonesia yang pernah mengenal PANCASILA, saya yakin dia pernah juga mengenal sejarah Kartini. Semoga dia bisa menjadi bangsawan Amerika seperti yang digambarkan Kartini. Kemudian kemana saja bangsawan kita sekarang .....? Senin, 05 Oktober 2009
IBLIS BERKATA
IBLIS BERKATA :
Demi kekuasaan Engkau
Aku akan menyesatkan semua manusia
Kecuali
Hamba-hambamu yang IKHLAS diantara mereka
(QS. Shad, 38:82-83)
Ini sebuah contoh, iblis ternyata masih mengenal rambu-rambu
Jadi kesimpulannya :
Manakala manusia sudah memiliki hati yang ikhlas
Insyaallah jauh dari kesesatan
Amin
Demi kekuasaan Engkau
Aku akan menyesatkan semua manusia
Kecuali
Hamba-hambamu yang IKHLAS diantara mereka
(QS. Shad, 38:82-83)
Ini sebuah contoh, iblis ternyata masih mengenal rambu-rambu
Jadi kesimpulannya :
Manakala manusia sudah memiliki hati yang ikhlas
Insyaallah jauh dari kesesatan
Amin
MEMBACA
Kalu kita pengemudi di jalan, tentu harus paham tentang rambu-rambu lalu lintas jalan raya
Kalau kita jadi nakhoda kapal laut, pasti mengenal pula rambu-rambu navigasi
Yah rambu-rambu itu adalah simbul-simbul yang harus kita pahami maksudnya
Anak-anak yang baru belajar membaca, harus pula mengenal simbul-simbul yang berupa aksara
Simbul-simbul kasara itu dipasang-pasangkan akhirnya menjadi sebuah kata
Simbul yang berupa kata ini dipasang-pasangkan , akhirnya menjadi kalimat
Kalimat-kalimat ini dipasang-pasangkan, akhirnya menjadi sebuah artikel
Jadi ya seperti yang anda baca ini.
Ini adalah gabungan dari simbul-simbul yang bisa anda baca.
Jadi membaca adalah memahami simbul-simbul yang terpadu menjadi sebuah pemahaman yang bermakna.
Kalau kita jadi nakhoda kapal laut, pasti mengenal pula rambu-rambu navigasi
Yah rambu-rambu itu adalah simbul-simbul yang harus kita pahami maksudnya
Anak-anak yang baru belajar membaca, harus pula mengenal simbul-simbul yang berupa aksara
Simbul-simbul kasara itu dipasang-pasangkan akhirnya menjadi sebuah kata
Simbul yang berupa kata ini dipasang-pasangkan , akhirnya menjadi kalimat
Kalimat-kalimat ini dipasang-pasangkan, akhirnya menjadi sebuah artikel
Jadi ya seperti yang anda baca ini.
Ini adalah gabungan dari simbul-simbul yang bisa anda baca.
Jadi membaca adalah memahami simbul-simbul yang terpadu menjadi sebuah pemahaman yang bermakna.
Langganan:
Postingan (Atom)










